Asap cair sebagai pengendali OPT PDF Print E-mail
GAMBAR - JUDUL
Written by ndik   
Monday, 02 September 2019 23:35
2019-09-03  / 06:37:48
ASAP CAIR SEBAGAI BAHAN PENGENDALI ORGANISME PENGGANGGU TUMBUHAN
RAMAH LINGKUNGAN YANG MENJANJIKAN

 Ramah Lingkungan itulah Program Direktorat Perlindungan Hortikultura  Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian dalam melakukan pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Hal ini sesuai dengan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2010 tentang Hortikultura, dimana  Pasal 32 berbunyi bahwa bahan pengendali OPT yang ramaha lingkungan, termasuk salah satu sarana hortikultura.

Rafi’i Ritonga dikenal dengan panggilan Pak Ritonga merupakan Menejer Pertanian Organik Serba Guna  dalam mengelola pertanian organik, merupakan purnabakti POPT yang selalu mengajak anggota kelompok taninya untuk menggunakan bahan pengendali OPT yang ramah lingkungan, seperti penyulingan asap dari pembakaran serasah-serasah tanaman (tanaman yang sudah kering habis panen) menjadi asap cair, yang dikenal juga dengan cuka kayu.  Ritonga mengemukakan bahwa, asap cair ini  sangat efektif untuk mengendalikan kutu daun, trips, ulat kembang kol. Penggunaan asap cair ini telah dilakukan sejak tahun 2017. Dalam rangka monitoring ke Provinsi Kalimantan Timur, tepatnya Desa Manunggal Jaya, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara, petugas dari Direktorat Perlindungan Hortikultura Desmawati dan Andi Abdurahim menambahkan bahwa pengendalian OPT ramah lingkungan dengan kearifan lokal perlu dipertahankan untuk menjaga kelestarian lingkungan dan menghasilkan produk yang aman untuk dikonsumsi.

Pak Ritonga menambahkan, bahwa untuk pengendalian OPT disamping menggunakan asap cair juga  menggunakan bahan-bahan pengendali OPT ramah lingkungan lainnya, antara lain: Tricoderma, Beauveria, PGPR, dan MOL.  Sejak tahun 2018 Desa Manunggal Jaya merupakan salah satu alokasi Desa Organik, yang merupakan salah satu Program Pemerintah Nawacita, yaitu 1.000 Desa Organik,  Saat kujungan tersebut, lahan mereka sedang ditanami dengan tanaman kembang kol, dan terlihat subur lagi hijau.  Uniknya dalam Poktan Suka Maju ini setiap anggota bertanggungjawab menanam satu jenis komoditas, misalnya Pak Nardi sekretaris Poktan Suka Maju yang bertanggungjawab menanam cabai. Untuk pemasaran produk organik dilakukan secara Online. sejak tahun 2018 telah menerapkan Pertanian Organik.

Wiwik Kustiwi dari UPTD Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Timur menambahkan, bahwa petugas UPTD-PTPH siap melakukan bimbingan dan pendampingan petani dalam pengendalian OPT secara ramah lingkungan.

 


 

Dalam  kesempatan lain Direktur Perlindungan Hortikultura, Sri Wijayanti Yusuf, pada berbagai kesempatan selalu mendorong petani agar menerapkan budidaya hortikultura yang ramah lingkungan, menggunakan lebih banyak pupuk organik, agensia hayati, pestisida nabati, sehingga produk yang dihasilkan lebih aman untuk dikonsumsi oleh masyarakat, sehat untuk petani dan lingkungan, dan yang terpenting adalah menurunkan biaya usahatani sehingga produk lebih berdayasaing dan menambah kesejahteraan petani, ujarnya.

 

Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."