Pompa air sarana penanganan kekeringan PDF Print E-mail
GAMBAR - JUDUL
Written by ndik   
Saturday, 14 September 2019 02:57

2019-09-14 / 09:57:32

POMPA AIR, SARANA PENANGANAN KEKERINGAN DAN BANJIR
PETANI SAYURAN KAB. BANYUASIN DI  LAHAN RAWA LEBAK

Berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian RI No : 45/Kpts/PD.200/1/2015 telah menetapkan kawasan tanaman hortikultura di Sumatera Selatan, diantaranya Kabupaten Banyuasin untuk kawasan cabai dan bawang merah.  Karakteristik lahan pertanaman sayuran kabupaten Banyuasin provinsi Sumatera Selatan adalah lahan rawa lebak. Lahan rawa lebak termasuk dalam lahan potensial dan prospektif untuk pengembangan produk pertanian di masa depan.

Lahan cabai yang siap di tanaman cabai dan Embung di Kelompoktani Mari Berusahauntuk antisipasi kekeringan

Kecamatan Banyuasin I merupakan sentra hortikultura antara lain cabai lokal/cabai banyuasin dan sayuran daun (sawi hijau, pokcoy, terong, kacang panjang). Keunggulan cabai lokal Banyuasin adalah ketahanannya terhadap serangan penyakit antraknosa.  Memasuki musim kemarau bulan Juli dan Agustus 2019 harga cabai di produsen / petani berkisar antara Rp. 50.000 – Rp. 60.000 per kg, hal ini karena   ketersediaan air   di musim kemarau terbatas dan banyak lahan yg tdk ditanami cabai.   Peran aktif BPTPH Provinsi Sumatera Selatan, dengan  menggerakkan petugas POPT dalam melakukan pendampingan dan pengawalan ke petani untuk melakukan budidaya ramah lingkungan dg penggunaan pupuk organik dan pestisida nabati dapat memperbaiki struktur dan meningkatkan kesuburan tanah   ujar Yosi Kasi Hortikultura BPTPH provinsi Sumatera Selatan.
 
 
 
Sulis Sujianto POPT Kecamatan Banyuasin I, telah memperkenalkan kepada petani Sayuran untuk menggunakan produk ramah lingkungan dengan cara pemanfaatan agens hayati antara lain trycoderma, PGPR dan  pestisida nabati. Kasi Dampak Perubahan Iklim Yuliastuti, saat melakukan kunjungan lapang pada tanggal 14-16 Agustus 2019, di dampingi petugas POPT Sulis Sujianto, memantau langsung lokasi kekeringan di Kelompok Tani Mari Berusaha yang diketuai Achmad Rodisin di desa Tirtosari, Kecamatan Banyuasin I dengan jumlah anggota 41 orang, luas lahan 15 Ha. Upaya antisipasi dan adaptasi kekeringan di lahan rawa lebak sudah dilakukan poktan dengan membuat embung dan sumur disekitar lahan pertanaman, namun air diambil dengan timba ember, sehingga tidak efisien tenaga dan waktu.
 
Penjelasan Kepala BPTPH Provinsi Sumatera Selatan Kelompok tani “Mari Berusaha”  mendapat alokasi kawasan 5 ha dan gerakan pengendalian 1 ha serta calon penerima/calon lokasi penerima bantuan sarana pengendalian pompa air  untuk mengatasi kekeringan yang akan diserahkan pada awal September 2019, ujar Tuti Murti,  kepal BPTPH.
 
Dalam  kesempatan lain Direktur Perlindungan Hortikultura, Sri Wijayanti Yusuf, pada berbagai kesempatan selalu mendorong petani agar menerapkan budidaya hortikultura yang ramah lingkungan, menggunakan lebih banyak pupuk organik, agensia hayati, pestisida nabati, sehingga produk yang dihasilkan lebih aman untuk dikonsumsi oleh masyarakat, sehat untuk petani dan lingkungan, dan yang terpenting adalah menurunkan biaya usahatani sehingga produk lebih berdayasaing dan menambah kesejahteraan petani, ujarnya.
Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

Last Updated ( Wednesday, 18 September 2019 03:57 )