Mangga Organik Sejahterakan Petani Pasuruan PDF Print E-mail
GAMBAR - JUDUL
Written by ndik   
Sunday, 15 September 2019 23:26

 2019-09-16 / 06:27:02

MANGGA ORGANIK SEJAHTERAKAN PETANI PASURUAN, JAWA TIMUR

Salah satu sentra produksi mangga terletak di Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur.  Luas kebun mangga di Kabupaten Pasuruan sekitar 2.000 hektar. Hamparan tanaman mangga dengan mudah dapat kita temui disana. Bahkan setiap rumah tangga, halaman rumahnya ditanami pohon mangga.  Jenis tanaman mangga yang dibudidayakan bervariasi antara lain Harumanis, Golek, Garifta, dan Gadung.  Namun yang paling dominan adalah jenis mangga Gadung Klon 21 atau popular dikenal dengan sebutan Mangga Alpukat.

Kebun mangga Kelompok Tani Kerto Sari 4 seluas sekitar 50 ha berlokasi di Desa Oro-Oro Rombo Wetan.  Salah satu anggota kelompok tani tersebut adalah Wari yang memiliki kebun seluas 2 hektar dengan jumlah tanaman mangga sekitar 200 pohon.  Dari hasil kebun inilah Wari bergantung untuk mencukupi kebutuhan keluarganya.  Pohon mangga ditanam pada tahun 1997 saat ini berumur 22 tahun.  Pada awalnya kebun mangga dikelola secara tumpang sari dengan komoditas sayuran.  Namun sejak tanaman mangga sudah besar, tidak memungkinkan lagi untuk ditanami tumpangsari dengan sayuran.  Kebun mangga dikelola secara intensif mulai dari pemupukan, pemangkasan, pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) dan kebersihan kebun.  Permasalahan OPT yang dirasakan sangat merugikan adalah lalat buah.

 

Untuk mengatasi kendala tersebut, para anggota kelompok tani konsisten dalam pengelolaan lalat buah dengan cara pemasangan perangkap, pembungkusan buah dan sanitasi buah terserang yang dilakukan secara terus menerus.  Pengelolaan lalat buah skala luas ini memberikan hasil yang memuaskan.  Buah mangga yang dihasilkan aman dari serangan lalat buah.  Sedangkan untuk nutrisi pohon mangganya, Wari menjelaskan bahwa pupuk yang digunakan adalah pupuk kandang dengan mengandalkan sapi piaraan yang berjumlah 6 ekor. Bahkan saya masih bisa menjual kotoran sapinya kepada petani lainnya yang membutuhkan. Sedangkan untuk pengairan dilakukan seminggu sekali dengan sumber air dari sumur bor.  Untuk mengoperasionalkan pompa air diperlukan bahan bakar sekitar 5 liter/hari.

Produksi mangga sekitar 200kg/pohon/musim, dalam satu tahun panen 2 kali, harga mangga rerata di tingkat petani sekitar Rp.20.000,-.  Wari memiliki 200 pohon dalam 2 ha, maka penghasilannya dari buah mangga sudah bisa dihitung, di atas 1 milyar per tahun. Alhamdulillah dengan mangga ini saya dapat menyekolahkan anak hidup sejahtera, tambah Wari mensyukuri hasil kebunnya.

Direktur Perlindungan Hortikultura, Sri Wijayanti Yusuf mengemukakan agar cara pengendalian OPT khususnya lalat buah tetap konsisten dan diperluas ke kelompok tani lainnya. Yanti menambahkan, untuk lebih efisien dalam penggunaan pupuk dan air, dapat dilakukan dengan memasang biopori dari peralon sebanyak 4 buah di setiap pohon mangganya.  Karena dengan budidaya ramah lingkungan kita hasilkan produk yang sehat, masyarakat sehat, sejahtera dan lingkungan yang terjaga dengan cara menurunkan emisi Gas Rumah Kaca (GRK).

 

Penulis : Anik

Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

Last Updated ( Wednesday, 18 September 2019 03:42 )