Petani Terapkan Budidaya Ramah Lingkungan PDF Print E-mail
GAMBAR - JUDUL
Written by ndik   
Monday, 16 September 2019 23:27

2019-09-17  / 2019-09-17

DITJEN HORTIKULTURA AJAK PETANI TERAPKAN BUDIDAYA RAMAH LINGKUNGAN

Tidaklah sulit menemukan pertanaman sayuran di Kecamatan Uepai, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara.  Beberapa jenis sayuran antara lain cabai, timun, pare, daun bawang, kacang panjang, aneka sayuran daun sudah umum dibudidayakan oleh petani didaerah tersebut.  Sumber air yang tersedia dari irigasi teknis mendorong petani untuk menanam sayuran terus menerus dengan bervariasi jenis tanaman.

Salah satu petani sayuran adalah Pak Budi, ketua Kelompok  Tani Mandiri di Desa Humboto, Kecamatan Uepai,  Kabupaten Konawe. Berawal dari pemikirannya ingin meningkatkan kesejahteraan orang tuanya serta keluarga membuat pak Budi menekuni budidaya sayuran.  Sedikit demi sedikit keberhasilannya dalam bertani sayuran mulai dirasakan serta dapat meningkatkan kesejahteraan keluarganya.  Pada awalnya dalam pengelolaan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT), Budi mengandalkan penggunaan pestisida.  Namun sejak 5 tahun yang lalu mulai menerapkan pertanian ramah lingkungan pada tanaman cabainya.  Penggunaan bahan organik mulai diperhatikan, pemberian pupuk kandang dicampur dengan agen hayati Trichoderma menjadi prioritas. Kearifan lokal menjadi kunci dalam pengendalian OPT. Hasil yang diperoleh tidak mengecewakan, bahkan ada nilai tambah yaitu hasil produksinya lebih tinggi, karena dapat dipanen lebih lama, daya simpan cabai lebih lama serta ongkos produksi jauh lebih murah.  Satu hal lagi yang penting adalah produk aman konsumsi.

Cara pengendalian OPT yang diterapkan adalah dengan menggunakan agen hayati Trichoderma dan pestisida nabati.  Pestisida nabati dengan menerapkan kearifan lokal yaitu dibuat dari campuran tembakau, daun sirsak, akar tuba dan gadung.  Ilmu yang dimiliki dalam penerapan pertanian ramah lingkungan tidaklan disimpan sendiri, namun ditularkan pada anggota kelompoknya.  Konservasi musuh alami dengan menanam refugia telah diterapkan di kebunnya.  Untuk itu, pada tahun 2019 Pemerintah melalui Dinas Pertanian  memberikan apresiasi kepada kelompok tani Mandiri dengan memberikan bantuan pengembangan tanaman cabai seluas 3 ha.  

Pada kunjungan kerja Direktur Perlindungan Hortikultura, Sri Wijayanti Yusuf ke Kabupaten Konawe,  mengemukakan bahwa Ditjen Hortikultura mengajak petani untuk menerapkan budidaya hortikultura ramah lingkungan, menggunakan lebih banyak bahan organik daripada kimia, baik pupuk maupun sarana pengendali. Salah satu upaya mengurangi emisi Gas Rumah Kaca(GRK) penyebab pemanasan global, adalah dengan penggunaan lebih banyak bahan organik, ujarnya. Sri menambahkan, Kementan akan terus mendorong petani di seluruh Indonesia unt memproduksi hortikultura secara ramah lingkungan dalam area yang luas untuk menjaga kelestarian lingkungan dan menghasilkan produk berkualitas yang aman konsumsi.

 

Sementara itu, Yasin mewakili petugas teknis dari UPTD Balai Proteksi Tanaman Perkebunan dan Hortikultura (BPTPH) menambahkan bahwa petugasnya siap untuk mengawal dan melakukan pendampingan teknis dalam penerapan pertanian ramah lingkungan. Mari kita jaga lingkungan dengan menerapkan pertanian ramah lingkungan untuk menuju pertanian berkelanjutan, produk aman konsumsi, hemat biaya usahatani, petani sehat dan sejahtera.

 

Penulis : Anik

Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

Last Updated ( Wednesday, 18 September 2019 03:49 )