Mengatasi Penyakit Layu Mealybug pada nanas PDF Print E-mail
GAMBAR - JUDUL
Written by ndik   
Wednesday, 25 September 2019 09:44

2019-09-25  / 16:45:45

CARA JITU MENGATASI PENYAKIT LAYU MEALYBUG  PADA NENAS

Pulau Kundur  terletak di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau yang merupakan daerah perbatasan antara Indonesia dengan Singapura. Pulau ini memiliki potensi pengembangan buah-buahan yang cukup menjanjikan pasar ekspornya. Jenis buah yang menjadi andalan Kundur, antara lain durian, nenas, pisang, sawo dan  rambutan.  Nenas merupakan primadona dan menjadi icon Pulau Kundur dengan potensi pengembangannya sekitar 250-500 Ha, yang tersebar di beberapa Kecamatan, antara lain Kec. Kundur Utara, Kundur Barat dan Belat.

Pengembangan nanas di Pulau Kundur tidak selalu mulus, petani seringkali menghadapi masalah gangguan OPT terutama penyakit layu mealybug. Untuk mengatasi penyakit layu ini, Direktorat Perlindungan Hortikultura bersinergi dengan Direktorat Buah dan Florikultura  dalam kegiatan  Bimbingan Teknis Budidaya Nenas.  Dalam kegiatan tersebut mengundang Profesor Sobir dari Pusat Kajian Hortikultura Tropika (PKHT) IPB, Bogor sebagai narasumbernya. Salah satu materi yang disampaikan adalah Pengendalian Penyakit Layu Mealybug Pada Nanas. Prof. Sobir menyampaikan bahwa penyakit layu mealybug pada nenas disebabkan oleh asosiasi antara virus (Pineapple Mealybug Wilt Associated Virus/PMWaV) dan kutu putih (Dysmicoccus brevipes). Kutu putih tersebut  berperan sebagai vektor PMWaV dan penyebarannya dibantu oleh semut.

Tanaman yang terserang dicirikan dengan daun berwarna merah atau kekuning-kuningan tergantung varietas yang ditanam, ujung daun menggulung dan layu. Pada serangan berat seluruh daun menjadi layu, mengering dan akhirnya mati. Buah yang terserang berukuran kecil,  mata nanas menonjol dan rasa buah tidak manis/hambar. Selain ditularkan oleh kutu putih, penyakit mealybug juga disebabkan oleh penggunaan benih yang tidak sehat atau sudah terkontaminasi penyakit layu mealybug.

Upaya pengendalian penyakit layu mealybug dilakukan dengan pendekatan Pengendalian Hama Terpadu (PHT), sbb: 1) Penggunaan benih sehat; 2) Sanitasi lahan dengan membersihkan sarang semut; 3) Eradikasi dengan mencabut tanaman yang sakit kemudian dibakar agar tidak tertular ke tanaman yang sehat; 4)  Pengendalian kutu putih dengan menggunakan air detergen atau sabun cair dengan konsentrasi 1  liter air ditambah 1 sendok teh sabun cair;  5) Pengendalian semut dengan menggunakan umpan semut berupa abon/serundeng cacahan limbah ikan tuna yang dicampur dengan insektisida berbahan aktif fipronil dengan konsentrasi 0,01%. Umpan tersebut dibawa semut ke sarangnya dan dalam waktu 2 hari semua semut yang ada di dalam sarang akan mati.

Pada kesempatan tersebut, Kasi Sarana Pengendalian OPT Buah dan Florikultura, Irma Siregar mensosialisasikan dan mengajak petani untuk menerapkan teknik pengendalian OPT ramah lingkungan sesuai prinsip PHT dengan memanfaatkan sarana bahan pengedali OPT ramah lingkungan, antara lain agens hayati, musuh alami dan pestisida nabati dengan memanfaatkan kearifan lokal yang ada di wilayah tersebut.

 


 

Dalam tempat terpisah, Perlindungan Hortikultura, Sri Wijayanti Yusuf, menambahkan bahwa Kementerian Pertanian terus menggalakkan dan mendorong petani untuk melakukan budidaya tanaman sehat dengan menggunakan input produksi ramah lingkungan sehingga produk yang dihasilkan berkualitas, aman dikonsumsi, tidak menimbulkan gangguan kesehatan pada manusia serta kelestarian lingkungan tetap terjaga.


(by. Irma)

Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."