Pemanfaatan Pupuk Kascing untuk Produksi Sayuran Organik PDF Print E-mail
GAMBAR - JUDUL
Written by ndik   
Thursday, 07 November 2019 00:16
2019-11-05 / 12:08:53
 
PEMANFAATAN PUPUK KASCING UNTUK PRODUKSI SAYURAN ORGANIK 
 
Penerapan sistem pertanian organik dalam sistem budidaya merupakan salah satu upaya untuk menghasilkan produk pertanian yang sehat dan aman konsumsi. Meningkatnya kesadaran masyarakat akan pola hidup sehat dengan mengkonsumsi pangan yang sehat dan aman konsumsi, menuntut tersedianya produk yang aman konsumsi di tingkat konsumen dengan harga yang terjangkau. Disamping itu tentu saja meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap upaya penyedian bahan yang diproduksi secara arif dengan mempertimbangkan kaidah-kaidah pelestarian lingkungan sehingga kelestarian lingkungan dapat terjaga.
 
 
Dalam rangka mendukung sistem pertanian organik, melalui Program Pengembangan Seribu Desa Organik, pelaksanaan Desa Pertanian Organik Bidang Hortikutura pada tahun 2018 mengalokasikan kegiatan tersebut sebanyak 13 unit di Provinsi Sulawesi Selatan. Kegiatan tersebut dilaksakan oleh UPTD Balai Proteksi Tanaman Satuan Kerja Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Selatan. Salah satunya di Desa Barabatu, Kecamatan Labakkang, Kabupaten Pangkep yang dilaksanakan oleh Kelompok tani Sipatuo. Desa Barabatu,  Kecamatan Labakkang, Kabupaten Pangkep,  Sulawesi Selatan. Kelomok tani tersebut menerapkan sistem budidaya organik pada aneka tanaman sayuran.
 
Ada keunikan tersendiri dalam penerapan budidaya organik dikelompok tani tersebut, yaitu pupuk organik yang digunakan yaitu kotoran cacing (kascing=bekas cacing). Pupuk kascing adalah pupuk organik padat alami yang difermentasi langsung oleh cacing tanah. Pupuk kascing ini sangat baik untuk kesuburan tanah dan pertumbuhan tanaman. Berdasarkan uji laboratorium, pupuk kascing ini memiliki kandungan unsur hara yang lebih banyak, seperti nitrogen 1,79%, kalium 1,79%, fosfat 0,85%, kalsium 30,52%, dan karbon 27,13%. Kandungan ini sangat efektif untuk menggemburkan tanah dan membuat tanaman menjadi subur, bila dibandingkan dengan kandungan pada pupuk kimia.
 
  
 
Proses pembuatan pupuk kascing sangat sederhana yaitu hanya dengan memberi makan cacing biasa menggunakan batang pohon pisang yang telah panen atau sampah organik kemudian dihancurkan, kemudian ditempatkan diatas terpal dan ditambahkan pupuk kandang berupa kotoran sapi. Setelah itu cacing dilepaskan diatasnya. Jenis cacing yang digunakan adalah jenis cacing ANC (African Night Crawler). Selanjutnya cacing-cacing akan masuk dan memakan campuran batang pisang dan kotoran sapi. Kotoran yg dikeluarkan dari cacing tersebut langsung dapat  digunakan. Produksi pupuk bergantung pada jumlah cacing yg dilepaskan dan jumlah bahan makanannya. Untuk memisahkan kotoran  cacing  (pupuk kascing) dan cacingnya digunakan saringan, selanjutnya pupuk dapat di kemas atau langsung digunakan di lahan. Sedangkan cacingnya nanti dapat dipergunakan lagi.
 
 

“Budidaya organik dengan penerapan pupuk kascing secara optimal serta pengendalian OPT dengan penggunaan agens hayati dan pestisida nabati, sangat banyak keuntungan yang diperoleh. Produk yang dihasilkan sudah pasti aman dari residu kimia sehingga aman dikonsumsi dan sayuran yang dihasilkan relatif lebih tahan”.  Lanjut disampaikan oleh Kertua Kelompok, Pak Usman bahwa “yang paling penting adalah biaya produksi lebih rendah dan aman terhadap lingkungan”.
 
Selanjutnya disampaikan olek Staf Teknis/Fungsional UPTD Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Selatan bahwa “Kami sangat mendukung program Desa Pertanian Organik dengan melakukan penyiapan sarana pengendalian ramah lingkungan serta melakukan pembinaan dan pendampingan terhadap petani.”
 
 
(Slamet Riyadi: Subdit DK)

Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

Last Updated ( Thursday, 07 November 2019 00:23 )