Petani Muda Solok Terapkan PHT pada Bawang Merah PDF Print E-mail
GAMBAR - JUDUL
Written by ndik   
Monday, 11 November 2019 23:52
2019-11-10 / 11:44:47
 
PETANI MUDA DI KABUPATEN SOLOK MULAI TERTARIK MENERAPKAN PHT PADA BAWANG MERAH

Bawang merah merupakan komoditas hortikultura unggulan nasional  yang dibutuhkan sepanjang tahun, oleh karena itu ketersediaannya harus selalu terjaga. Ketersediaan produksi bawang merah sering menghadapi kendala berupa terjadinya serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) berupa hama dan penyakit yang menyebabkan gagal panen atau hasil panen tidak optimal. Salah satu tindakan yang diyakini petani agar terhindar dari kerugian akibat serangan OPT adalah dengan penggunaan pestisida. Keyakinan petani tersebut cenderung memicu penggunaan pestisida secara meningkat dari waktu ke waktu. Penggunaan pestisida sudah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sistem pertanian di Indonesia tidak terkecuali bagi petani bawang merah di kabupaten Solok.
 
 

Penggunaan pestisida yang berlebihan akan menjadi kendala bagi produksi, karena dengan aplikasi pestisida secara intensif kemungkinan nantinya akan meninggalkan residu pada produk yang dihasilkan yang mengakibatkan produksi tidak aman konsumsi. Kecenderungan menggunakan pestisida kimia juga dibenarkan oleh Afrianto petani muda yang sudah mengusahakan bawang merah  sejak tahun 2010 yang merupakan ketua Kelompok Tani Banda Sampie yang berlokasi di Jorong Data, Nagari Selayo Tanang Bukit sileh, Kecamatan Lembang Jaya Kabupaten Solok.  Kelompok tani ini beranggotakan 17 orang muda dengan luas lahan usahanya sekitar  17 hektar. Namun demikian saat ini kesadaran petani yang tergabung dalam kelompok yang diketuainya sudah mulai menyadari bahwa penggunaan pestisida secara terus menerus akan berdampak pada lingkungan dan kesehatan serta tentu saja biaya produksi yang dikeluarkan meningkat, tutur Afrianto. Kami mengaplikasi pestisida kimia disesuaikan dengan kondisi di lapangan, tambah Afrianto. 

Pada saat Enung Hartati, Kasi Sarana Pengendalian OPT Sayuran dan Tanaman Obat Direktorat Perlindungan Hortikultura melakukan pendampingan dan pembinaan ke Kelompok tani kembali mengajak sekarang sudah saatnya petani meninggalkan kebiasaan pengendalian OPT dengan menggunakan pestisida kimia secara intensif dan mulai menerapkan Pengendalian  OPT secara ramah lingkungan sesuai prinsip Pengelolaan Hama Terpadu ( PHT). PHT adalah konsepsi pengendalian OPT dengan pendekatan ekologi yang multidisiplin untuk mengelola populasi hama dan penyakit dengan memanfaatkan beragam taktik pengendalian yang kompatibel dalam suatu kesatuan koordinasi pengelolaan. Prinsip PHT adalah budidaya sehat, pemanfaatan musuh alami, pengamatan rutin dan petani sebagai manager di lahannya.
 
  
Pada kesempatan itu juga Enung menyampaikan beberapa bahan pengendali OPT ramah lingkungan yang bisa digunakan untuk mengendalikan OPT bawang merah seperti trichoderma yang bisa mengendalikan OPT tular tanah seperti layu fusarium, penggunaan perangkap likat untuk mengendalikan aphids/kutu-kutuan. Bahan- bahan pengendali OPT tersebut bisa dibuat oleh petani sehingga biaya produksi usaha tani bawang merah akan lebih murah. 

Aziz koordinator Bagian Hortikultura di UPTD Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) Provinsi Sumatera Barat menyatakan bahwa jajarannya termasuk Petugas Pengendali OPT (POPT) terus mensosialisasikan pengendalian OPT ramah lingkungan sesuai PHT. Pernyataan tersebut dibenarkan oleh Afrizal dan berkat sosialisasi dan pembinaan dari jajaran BPTPH saya mulai tertarik menerapkan pengendalian OPT secara ramah lingkungan, namun kendalanya ketersediaan bahan-bahan pengendalian OPT tersebut masih susah di dapat, tutur Afrizal.

Pada kesempatan terpisah Sri Wijayanti Yusuf, Direktur Perlindungan Hortikultura menyatakan bahwa Kementerian Pertanian tidak henti-hentinya mensosialisasikan dan mengajak petani untuk menerapkan PHT.  Peran POPT dan LPHP di bawah UPTD BPTPH sangat penting dalam pelaksanaannya di lapangan.
 
by ; Enung 
Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

Last Updated ( Monday, 11 November 2019 23:58 )