Kementan Respon Cepat terhadap Penanganan Dampak Penomena Iklim PDF Print E-mail
GAMBAR - JUDUL
Written by ndik   
Friday, 22 November 2019 00:02

2019-11-22 / 07:03:16

Kementan Respon Cepat terhadap Penanganan Dampak Penomena Iklim

di Kawasan Cabai Kabupaten Sleman

Pemerintah melalui Kementerian Pertanian terus sigap dan tanggap cepat dalam mendukung pengamanan produksi cabai dan kehilangan hasil akibat dampak perubahan iklim (kekeringan). Berdasarkan hal tersebut Direktorat Perlindungan Hortikultura bersama tim langsung turun ke lapangan melakukan pendampingan dan memberikan bantuan APBN dengan cara memfasilitasi kelompok tani (KT)/gabungan kelompok tani (Gapoktan) berupa sarana penanganan Dampak Penomena Iklim (DPI) seperti Bantuan Pompa, Benih cabai tahan kekeringan, bahan pengendali OPT ramah lingkungan di kawasan cabai.

Direktur Perlindungan Hortikultura, Sri Wijayanti Yusuf saat ditemui di Ruang Kerjanya Kantor Ditjen Hortikultura Pasar Minggu Jakarta menjelaskan, Kekeringan merupakan bentuk dampak perubahan iklim (DPI) yang hampir setiap tahun terjadi, terutama di daerah rawan  kekeringan. Bencana kekeringan cenderung terus meningkat, baik frekuensi, intensitas dan distribusi kejadiannya. Kejadian kekeringan tersebut sangat nyata berpengaruh terhadap sub-sektor hortikultura termasuk pada komoditas cabai. Langkah konkret yang dilakukan untuk penanganan ini adalah tim secara cepat turun ke lapangan untuk memastikan bantuan dan komponen apa saja yang dibutuhkan untuk mengamankan pertanaman cabai di kawasan sentra utama, ungkapnya. Komponen utamanya yang harus dipenuhi adalah penggunaan benih cabai yang tahan dengan kondisi kekeringan, bantuan pompa air serta penggunaan bahan pengendali OPT ramah lingkungan. 

Yanti menambahkan bahwa usaha peningkatan produksi hortikultura sangat dipengaruhi oleh faktor iklim dan cuaca yang merupakan sumber daya alam, yang hingga saat ini masih relatif belum mampu dikendalikan oleh manusia. Oleh karena itu, tindakan yang paling tepat untuk memanfaatkan sumberdaya iklim dan mengurangi dampak dari sifat ekstrimnya adalah penyesuaian kegiatan pengembangan hortikultura dengan perubahan musim pada masing-masing wilayah sekaligus memastikan kelompok tani atau GAPOKTAN secara konsisten dalam menerapkan manajemen tanam cabai yang sudah dijalankan dalam 3 tahun terakhir ini," Pangkasnya. 

Kepala BPTPH DI Yogyakarta Ir. RD. Maman Suherman, MP mengatakan tahun 2019  akan mendapatkan bantuan untuk penanganan DPI di kawasan cabai sebesar 95 ha, yang tersebar di Kab. Sleman 45 ha dan Kab. Kulonprogo 40 ha. "Proses penanganan DPI di kawasan cabai ini berlangsung cepat yaitu 2 bulan," ujarnya. Tentunya bantuan ini diharapkan bisa menjadi stimulan dan sekaligus menjadi penyemangat bagi kelompok tani agar tetap semangat dalam menjaga pertanaman di lapangan.

Ketua Kelompok Tani  Sidoarum dan Lestari, Desa Wonokerto, Kec. Turi, Kab. Sleman, Pak Juni Antoro dan Dalim, mengaku senang mendapat bantuan sarana penanganan DPI (pompa air), sarana produksi (benih cabai) dan sarana pengendalian OPT ramah lingkungan (Likat Kuning, PGPR, dan Trichoderma). Dengan adanya bantuan ini kelompok tani kami bisa terbantu, terutama dengan adanya pompa air maka pertanaman akan bisa terairi dengan baik sekaligus menjadi penyemangat bagi anggota kelompok kami. 

Menurut Juni Antono dan Dalim pihaknya menerima bantuan sebagai dukungan penanganan DPI Di kawasan cabai dari BPTPH Propinsi  DI Yogyakarta seperti pompa air, benih cabai, likat kuning, Trichoderma, dan PGPR. "Keuntungan dari  penggunaan Trichoderma, PGPR dan Likat kuning, biaya operasional lebih murah dibanding konvensional, masa panen lebih lama daripada konvensional,"kata mereka. Meski demikian, Amin tidak menampik masih adanya permasalahan yang dihadapi oleh kelompoknya. "Kalau sudah panen raya pemasaran agak sulit," pungkas Junio dan Dalim. 

 

by ; Tri 

Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

Last Updated ( Friday, 22 November 2019 00:12 )