Mengenal AWS Telemetri PDF Print E-mail
Berita - Tulisan Ilmiah
Written by ditlinhorti   
Thursday, 20 December 2012 05:28
Mengenal AWS Telemetri untuk Database Iklim Hortikultura
Subdit Dampak Iklim dan Persyaratan Teknis

Pendahuluan

Dampak perubahan iklim (DPI)  dengan curah hujan ekstrim basah atau ekstrim rendah, kerap menimbulkan bencana banjir dan kekeringan serta serangan OPT pada tanaman hortikultura, sehingga mengancam kelangsungan produksi hortikultura dan kerugian bagi petani. Curah hujan tinggi dihampir sepanjang Tahun 2010 menyebabkan rendahnya produktivitas hortikultura hingga 15 – 30 %, akibatnya ekspor buah manggis dari NTB ke Negeri Cina tertunda dari harga cabai merah di pasaran melonjak tinggi hingga mencapai Rp 100 ribu/kg. Kejadian curah hujan ekstrim secara langsung mengganggu pertumbuhan tanaman dan secara tidak langsung menciptakan kelembaban yang disenangi organisme pengganggu tumbuhan (OPT) tertentu sehingga memicu terjadinya serangan penyakit dari golongan cendawan, dimana kombinasi kedua penyebab tersebut telah menimbulkan kerugian besar bagi petani hortikultura.

Namun sayang untuk mengetahui kehilangan hasil produk hortikultura akibat DPI terutama terkait oleh serangan OPT adalah sulit dilakukan, hal ini disebabkan minimnya pengumpulan data iklim di UPTD Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) di seluruh Indonesia, sehingga series data iklim yang tersedia  tidak valid dijadikan  parameter penduga dalam penelitian kehilangan hasil dimaksud. Demikian kendala yang dialami oleh salah seorang peneliti dari Balai Penelitian Agroklimat dan Hidrologi, Bogor.

Membangun Databe Hortikultura

Minimnya rekapilitasi  series data iklim di UPTD-BPTPH umumnya, disebabkan alat pencatat cuaca/iklim  yang ada di stasiun Meteorologi Khusus Pertanian (SMPK) kondisinya sebagian besar sudah mengalami kerusakan yang tidak dapat diperbaiki (Gambar 1), dan ditambah lagi kurangnya tenaga khusus untuk mengelola SMPK di daerah. Sedangkan disisi lain kita dihadapkan dengan prasyaratan pasar global yang harus dipenuhi baik kuantitas maupun kualitas produk hortikultura yang aman untuk dikonsums, dan keamanan mutu ini erat kaitannya dengan penggunaan pestisida kimia sintetis dalam pengendalian OPT hortikultura di lapanga, yang perkembangan populasinya sangat dipengaruhi oleh perubahan kondisi iklim di suatu wilayah.
Oleh karena itu membangun database iklim untuk pengembangan hortikultura perlu mendapat perhatian ke depan dengan fondasi integritas kokoh, yaitu nawaitu yang sungguh-sunguh dan dilaksanakan dengan baik dan benar, diantaranya harus menggantikan jenis alat mencatat cuaca manual dengan menggunakan alat serba otomatis seperti Automatic Weather Station (AWS) telemetri.

AWS Telemetri

AWS telemetri merupakan suatu stasiun  pencatat cuaca otomatis, dimana system akses, dilevery dan data pengamatan dari lokasi stasion AWS menggunakan teknologi GSM. Dengan system ini  kotinutas pengiriman data dapat terjamin dan proses akses dan delivery data hanya membutuhkan waktu yang singkat. Data tersebut dapat digunakan sebagai dasar memperedeksi kondisi iklim di suatu wilayah.
Stasion pemantau cuaca otomatis yang terdiri atas logger lengkap dengan perangkap sensornya yang dapat menyimpan data cuaca dalam jangka waktu tertentu secara otomatis, memiliki banyak keunggulan dari segi waktu, pengambilan data yang real time dan dari segi pengoperasian alat yang mudah dan lebih akurat, karena proses pengolahan data dilakukan oleh system yang telah dikalibrasi sebelumnya dan dari segi perawatan yang cukup mudah.
AWS telemetri dilengkapi dengan sensor untuk temperatur, kelembaban, curah  hujan, radiasi matahari dan kecepatan arah angin dan lain-lain., juga dilengkapi dengan RTU (Remote Terminal Unit) yang terdiri atas data logger dan backup power, yang berfungsi  sebagai terminal pengumpulan data cuaca dari sensor tersebut dan ditransmisikan ke unit pengumpulan data pada computer. Masing-masing parameter cuaca dapat ditampilkan melalui LED (Light Emiting Diode) display, sehingga para pengguna dapat mengamati cuaca saat itu (present weather) dengan mudah di PC dalam ruangannya, artinya kondisi cuaca di stasion AWS yang terpasang di Kabupaten Pidie, Aceh, saat itu juga perkembangannya dapat dimonitor di layar computer petugas yang berada di Pasar Minggu, Jakarta.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbang) Kementan dilaporkan sudah memasang lebih 100 unit AWS baik di  daerah Zona Musim (ZOM) dan lokasi lainnya dengan berbagai merk, seperti Cimel, Vaisala, Jin yang, Bits dan lain sebagainya. Masih sedikitnya penggunaan AWS telemetri di Indonesia karena barangnya umunya harus impor sehingga harga per unit relatif mahal, misalnaya AWS Pro 2 merk Davis harga alatnya saja sekitar Rp 90 juta rupiah. Namun kita patut bersyukur atas ikhtiar teman-teman Balitbang Kementan yang bekerjasama dengan BPPT dan Perguruan tinggi, sekarang sudah sudah tersedia AWS telemetri yang harganyapun  terjangkau karena produknya hasil rekaya Anak Bangsa yang menggunakan komponen impor dan bahan lokal, dan menurut Balitbang, AWS telemetri ini adalah salah satu inovasi kreatif yang dihasilkan bersama Kalender Tanam (Katam) yang menjadi acuan waktu tanam padi se Indonesia.
Untuk mengurangi DPI terhadap produksi hortikultura sebagaimana uraian di atas, sehingga kerusakan yang disebabkannya  tidak menimbulkan kerugian secara ekonomi, maka pada Tahun Anggaran (TA) 2012  Direktorat Perlindungan Hortikultura akan melaksanakan pengadaan AWS telemetri sebayak 11 unit yang akan ditempatkan di daerah sentra sayuran terutama cabai, yaitu di Provinsi-propinsi  Aceh, Sumatera Utara, Bengkulu, Lampung, Jawa Tengah, Daerah Istimew Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Selatan dan Sulawesi Selatan.
Inisiasiasi pengadaan 11 unit AWS telemetri tersebut diharapkan sesuai dengan spesifikasi teknis yang dirokomendasikan, sehingga ketika  alat pemantau cuaca yang cerdik ini dioperasikan di daerah akan memberikan hasil maksimal sesuai harapan. dalam rangka  membangun database iklim hortikultura, sebagaimana menjadi dambaan kita  sekarang  dan generasi penerus dimasa mendatang. Apalagi mengingat pesan Bapak Mentan, bahwa karena dana pemerintah terbatas, maka setiap rupiah yang dikeluarkan harus member manfaat sebesar mungkin untuk semua dan terlebih bagi petani.
Selain itu dalam jangka panjang dengan series data minimal 5 – 10 tahun yang kita miliki, maka BMKG  ke depan akan menjadikan Station AWS kita sebagai pos-pos hujan tambahan untuk prakiraan musim baik lokal maupun tingkat nasional Semoga pengorbanan kita menjadi nilai ibadah, sehingga  ikhtiar dan do’a kita mendapat perlindungan dan ridho-Nya. Amin.
Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

Last Updated ( Thursday, 17 January 2013 02:36 )
 
DIREKTORAT PERLINDUNGAN HORTIKULTURA
Jalan Aup Nomor 3 Pasar Minggu, Jakarta Selatan 12520 - Telepon (021) 7819117, Faximile (021) 78845628
Website : http://ditlin.hortikultura.deptan.go.id - E-mail: ditlinhort@deptan.go.id
Copyright © 2013 Direktorat Perlindungan Hortikultura Design by SadCom Multimedia ndik63@yahoo.com