Pengendalian OPT Pada Tanaman Raphis PDF Print E-mail
Berita - Tulisan POPT
Written by ditlinhorti   
Thursday, 20 December 2012 05:29
Pengendalian OPT Pada Tanaman Raphis (excelsa) berdasarkan Sistem
Pengendalian Hama Terpadu (PHT)
 
OPT tanaman Raphis excelsa tidak terlalu banyak jenisnya apabila dibandingkan dengan OPT pada tanaman hias lainnya. Namun demikian Raphis excelsa merupakan tanaman hias yang mempunyai potensi secara ekonomi untuk dikomersialkan; maka akan terjadi kemungkinan berkembangnya jenis, luas serangan, dan intensitas serangan OPT; sebagai risiko yang mungkin terjadi apabila pada masa yang akan datang Raphis excelsa dikembangkan dengan skala besar. Dengan demikian, pengetahuan mengenai OPT Raphis excelsa serta cara-cara pengendaliannya sangat diperlukan.

Kebijaksanaan pengelolaan OPT termasuk Raphis excelsa berpedoman pada Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman, pasal 20 ayat: 1) perlindungan tanaman dilaksanakan dengan sistem pengendalian hama terpadu (PHT) dan 2) pelaksanaan perlindungan tanaman menjadi tanggung jawab masyarakat dan pemerintah.

Pengendalian OPT Raphis excelsa harus dilaksanakan sejak persiapan tanam sampai dengan penanganan pascapanen. PHT menjiwai sistem budidaya Raphis excelsa, sehingga setiap langkah budidaya harus memperhatikan aspek pengendalian OPT yang sesuai dengan prinsip-prinsip PHT.

Prinsip-prinsip PHT adalah sebagai berikut:

Budidaya tanaman sehat

Tanaman yang sehat akan mampu bertahan terhadap serangan OPT dan lebih cepat mengatasi kerusakannya.
Pengamatan rutin atau pengamatan mingguan
Pengamatan rutin dilakukan untuk mengikuti perkembangan populasi OPT dan musuh alaminya serta untuk mengetahui keadaan tanaman. Informasi yang diperoleh dapat digunakan sebagai dasar tindakan yang akan dilakukan.
Pemanfaatan dan pelestarian musuh alami
Pengendalian hayati dengan memanfaatkan musuh alami yang potensial merupakan tulang punggung PHT. Di alam OPT mempunyai musuh alami yang mampu mengatur keseimbangan, sehingga populasi OPT tidak merugikan. Jika musuh alami tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal, maka keter-gantungan terhadap pestisida akan berkurang.

Petani sebagai ahli PHT

Petani merupakan pemilik dan pengambil keputusan di dalam usahataninya. Oleh karena itu petani harus mampu menerapkan dan mengembangkan PHT di lahannya sendiri.

Tindakan Pengendalian OPT

Dalam PHT dikenal 2 (dua) strategi untuk mencegah timbulnya kerusakan tanaman oleh gangguan OPT, yaitu melalui tindakan pengendalian pre-emtif dan tindakan pengendalian responsif. Tindakan pengendalian pre-emtif disusun dan dikembangkan sebagai upaya agar tanaman terhindar dari serangan OPT, serta sebagai upaya pencegahan yang dalam pelaksanaannya diintegrasikan dalam praktek budidaya tanaman yang ramah lingkungan. Tindakan pengendalian responsif adalah tindakan kuratif untuk menurunkan populasi hama ke tingkat yang tidak merusak ataupun untuk menekan perkembangan penyakit. Tindakan responsif dilakukan berdasarkan hasil monitoring dengan menggunakan sarana pengendalian yang ramah lingkungan.
Tindakan pengelolaan pre-emptif :
  1. Pemilihan bibit yang sehat
  2. Perlakuan pembibitan dengan agens antagonis mIsalnya PGPR, Trichoderma spp., Gliocladium spp., Pseudomonas fluorescens dan lain-lain.
  3. Pengaturan jarak tanam
  4. Optimalisasi naungan
  5. Pemupukan berimbang dengan bahan organik yang cukup
  6. Pemilihan lokasi yang terisolasi dari jenis palmae yang lain, seperti kelapa dan kelapa sawit.
Tindakan pengelolaan Responsif :
  1. Berdasarkan monitoring
  2. Bila ditemukan serangan awal dengan memotong bagian yang sakit sehingga tidak menjadi sumber serangan hama atau penyakit
  3. Jika pada hasil monitoring ada serangan luas dan membahayakan dapat menggunakan pestisida sesuai dengan organisme sasaran dengan mengikuti kaedah penggunaan pestisida yang baik dan benar.

Teknik Pengelolaan OPT pada Tanaman Raphis excelsa

Fisik
  • Pengendalian secara fisik dapat dilakukan dengan sterilisasi media tumbuh, misalnya dengan uap panas agar tanaman terbebas dari OPT yang dapat ditularkan melalui media tumbuh.
  • Untuk menghindari penularan penyakit, sterilisasi alat-alat potong harus dilakukan. Setelah dicuci bersih alat-alat potong kemudian didesinfeksi dengan alkohol 70% atau desinfektan lainnya.
Mekanis
Pengendalian secara mekanis dilakukan dengan cara-cara berikut:
  • Membersihkan sampah dan gulma, maka hama tidak mempunyai kesempatan untuk bersarang dan bersembunyi.
  • Sanitasi bagian tanaman yang sakit dengan memasukkan ke dalam kantong plastik yang diikat dan dimusnahkan, sangat penting untuk mencegah patogen agar tidak menyebar.
  • Pemusnahan dengan cara pembongkaran atau dengan mencabut tanaman yang terserang dan membakarnya.
Kultur teknis
  • Pemeliharaan tanaman yang baik dapat meningkatkan kesehatan tanaman, sehingga tanaman dapat tumbuh lebih subur. Penyiraman, pemupukan dan penambahan atau penggantian media tumbuh dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman. Penyiraman dapat dilakukan apabila diperlukan dan sebaiknya pada pagi hari, sehingga siang harinya sudah cukup kering. Udara dalam pertanaman sebaiknya dijaga tidak terlalu lembab, sehingga penyakit tidak mudah berkembang.
  • Pergiliran tanaman dapat dilakukan untuk mengendalikan penyakit busuk pucuk pada Raphis yang disebabkan Fusarium oxysporum.
  • Tanaman yang baru atau diketahui menderita penyakit diisolasi selama 2-3 bulan sampai diketahui bahwa tanaman tersebut betul-betul sehat. Tanaman yang akan dibudidayakan sebaiknya juga berasal dari induk yang telah diketahui bebas penyakit.
  • Jarak tanam yang terlalu rapat menyebabkan kelembaban tinggi dan patogen lebih cepat berkembang sehingga perlu pengaturan jarak tanam/penempatan pot.
  • Luka pada tanaman terutama pada saat penyiangan gulma dan pengolahan tanah sebaiknya dihindari, demikian juga hindari menanam benih yang berasal dari tanaman sakit.
Biologis
  • Pemanfaatan musuh alami seperti Anagyrus ananatis dan A. pseudococcis memarasit nimfa dan kutu putih dewasa. Predator nimfa dan kutu putih dewasa Cryptolaemus montrouzieri atau Scymnus uncinatus serta semut hitam.
  • Pemanfatan agens antagonis: misalnya untuk pengendalian Fusarium oxysporum penyebab busuk pucuk pada tanah dapat diperlakukan dengan menggunakan Trichoderma spp., Gliocladium spp. atau pada saat sebelum tanam, benih dicelupkan ke dalam suspensi Pseudomonas fluorescens.
Kimiawi
  • Penggunaan pestisida kimiawi adalah yang terdaftar dan diizinkan Menteri Pertanian. Apabila pestisida tersebut belum terdaftar untuk OPT sasaran, dapat digunakan pestisida yang diizinkan untuk OPT sejenis pada tanaman lain.
  • Pilihlan jenis pestisida yang tepat dan sesuai dengan OPT yang akan dkendalikan. Formulasi pestisida dapat berupa cairan, tepung, pasta atau granula, sedangkan konsentrasi dan dosis penggunaan biasanya terantum pada tiap kemasan. Sebaiknya penggunaan pestisida dilakukan pada pagi hari dan tidak pada waktu hujan. Pada saat aplikasi dengan menggunakan alat pelindung.
  • Untuk mencegah fitotoksisitas pada tanaman, maka dalam pengaplikasiannya dicoba dulu dalam skala kecil sebelum diaplikasikan secara luas.
  • Teknik aplikasi yang tepat seperti menggunakan nozzle yang halus sehingga dapat menjangkau ke seluruh bagian bawah daun.
  • Sebagai pencegahan, pot atau wadah lainnya, alat-alat seperti pisau dan gunting stek, sebaiknya setiap kali memakai alat-alat tersebut disucihamakan dengan alkohol 70% atau desinfektan lainnya.
  • Bekas atau wadah pestisida yang digunakan harus dimusnahkan.
Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

Last Updated ( Thursday, 17 January 2013 02:31 )
 
DIREKTORAT PERLINDUNGAN HORTIKULTURA
Jalan Aup Nomor 3 Pasar Minggu, Jakarta Selatan 12520 - Telepon (021) 7819117, Faximile (021) 78845628
Website : http://ditlin.hortikultura.deptan.go.id - E-mail: ditlinhort@deptan.go.id
Copyright © 2013 Direktorat Perlindungan Hortikultura Design by SadCom Multimedia ndik63@yahoo.com