Embun Buluk PDF Print E-mail
OPT Sayur - Bw merah
Written by ndik   
Friday, 21 December 2012 01:30

Embun Buluk (Downy mildew) ; Peronospora destructor (Berk) Casp.

Nama umum : Peronospora destructor (Berk.)
Casp. ex Berk.
Klasifikasi : Kingdom : Chromista
Filum : Oomycota
Ordo : Peronosporales
Famili : Peronosporaceae
Sumber gambar : CABI

Morfologi dan daur penyakit

Patogen dapat bertahan pada biji, umbi dan di dalam tanah dari musim ke musim. Pada cuaca lembab dan sejuk, patogen dapat berkembang dengan baik. Penyebaran spora melalui angin. Penyakit ini berkembang terutama pada musim hujan, bila udara sangat lembab dan suhu malam hari rendah.
Kelembaban tinggi sejuk sangat menguntungkan perkembangan patogen. Kesehatan ­benih/umbi yang ditanam, akan mempengaruhi serangan patogen di lapang.
Penyakit banyak dijumpai di Jawa Barat, Jawa Tengah, D.I. Yogyakarta (Indonesia), Filipina, Malaysia, dan Thailand.

Gejala serangan

Di dekat ujung daun terdapat bercak hijau pucat dan bila cuaca lembab pada bercak tersebut terdapat miselium dan spora yang berwarna ungu kecoklatan.  Tanaman muda yang terserang bila tetap hidup akan menjadi kerdil.  Bercak pada daun biasa menyebar ke bagian bawah hingga mencapai umbi, merambat ke lapisan-lapisan umbi yang lain, berwarna kecoklatan, berkerut pada lapisan telur, bagian dalam umbi tampak kering dan pucat.  Serangan berat menyebabkan umbi membusuk, daun menguning, layu dan mengering, diliputi oleh miselium berwarna hitam.
 
Cara Pengendalian 
1. Mencegah menanam bawang merah di sekitar areal pertanaman sekitar serangan atau lahan bekas terserang. 
2. Mengadakan pergiliran tanaman selama tiga tahun pada lahan bekas serangan embun bulu
3. Pemupukan dan pengairan yang tepat dan seimbang. Nitrogen yang berlebih pada musim penghujan akan meningkatkan serangan. 
4. Menggunakan bibit dari tanaman sehat, kompak, tidak keropos, dan memiliki warna mengkilap. 
5. Menghindari kadar air tanah yang tinggi dengan cara perbaikan drainase tanah. 
6. Melakukan sanitasi dan membakar sisa tanaman setelah panen. 
7. Perlakuan benihsebelum tanam dengan mencelupkan bibit umbi maksimal 3 menit dalam larutan PGPR dengan dosis 10ml/liter air. 
Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

Last Updated ( Friday, 06 July 2018 03:59 )