Produk Hortikultura Aman Konsumsi Petani Sleman Kembangkan Agens Hayati Print
GAMBAR - JUDUL
Written by ndik   
Monday, 18 November 2019 23:32
2019-11-19 / 06:33:35
 
Peduli Lingkungan Lestari dan Produk Hortikultura Aman Konsumsi
Petani Sleman Kembangkan Agens Hayati

Penggunaan pupuk kimia yang berlebihan dan tidak berimbang serta pestisida sintetik yang tidak terkendali dalam jangka waktu lama dapat menimbulkan akibat buruk terhadap lingkungan, tanah dan tanaman itu sendiri. Pupuk dan pestisida kimia yang diaplikasikan secara terus menerus dapat mengakibatkan tanah menjadi keras dan bersifat lebih asam, serangan hama penyakit tanaman meningkat dan menjadi lebih resisten, timbulnya residu pada hasil produksi, air tanah dan udara tercemar, serta mengganggu keseimbangan ekosistem. Sebaliknya, apabila petani menerapkan teknik budidaya ramah lingkungan tanah menjadi sehat karena mikroba tanah berkembang dengan baik, unsur hara, air dan udara yang dibutuhkan tanaman dapat terserap secara optimal, tanaman menjadi subur, produksi meningkat dan aman konsumsi.
 
 
 
Kondisi tersebut memotivasi Bapak Tukimun, ketua Kelompoktani Dadi Makmur, di Dusun Jlegongan Desa Margodadi, Kecamatan Seyegan, Kabupaten Sleman untuk menerapkan budidaya ramah lingkungan. “Saya ingin mewariskan ke anak cucu saya lingkungan yang tetap lestari, serta dapat menghasilkan produk tanaman yang sehat dan aman konsumsi”, ujar Pak Tukimun. Beliau menyatakan, “Saya adalah petani yang pertama kali menerapkan budidaya ramah lingkungan di Kecamatan Seyegan dengan komoditas antara lain selada, cabai, tomat, kacang panjang, buncis, baby timun, timun besar dan melon. 
 
  
 
Awal tahun 2008 Dinas Pertanian Propinsi DI Yogyakarta memfasilitasi terbentuknya Regu Perlindungan Tanaman (RPT) yang beranggotakan para alumni SLPHT. Pada tahun 2013, Kementerian Pertanian dengan dana APBN memberi bantuan peralatan dan bahan untuk pembuatan agens hayati, antara lain seperti incase, fermentor, dandang, dan lemari es. Oleh karena itu, kelompoktani ini terus berkembang menjadi Pos Pelayanan Agens Hayati (PPAH) Dadi Makmur dan produksi agens hayatinya dapat dikonsumsi oleh seluruh petani di wilayah Kabupaten Sleman. Ada beberapa agens hayati yang sudah diproduksi oleh PPAH Dadi Makmur antara lain adalah Beauveria bassiana, Corynebacterium (bakteri Coryn) / Paenibacillus, Trichoderma, pupuk padat (trichokompos), dan nutrisi tanaman. 
 
Aneng Hermami, Kepala Seksi Teknologi Pengendalian Hama Terpadu Sayuran dan Tanaman Obat menyampaikan bahwa “Untuk mengendalikan hama dan penyakit pada tanaman sebaiknya lebih diutamakan dengan memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia di lingkungan sekitar, antara lain dapat dilakukan dengan mengaplikasikan pestisida nabati dan agens hayati yang merupakan musuh alami dari hama dan penyakit yang menyerang tanaman pertanian bisa berupa mikroorganisme, jamur atau bakteri, maupun predator. Lebih lanjut Aneng menyatakan bahwa “Agens hayati ada yang bersifat antagonis yaitu menghambat penyebaran dengan menginfeksi hama dan penyakit tersebut, seperti Beauveria bacciana. Ada juga yang mengendalikan pertumbuhan patogen dengan cara menghambat penyebarannya dengan persaingan hidup (bloking area) seperti Trichoderma dan Paenibacillus”. Selain itu ada juga agen hayati yang dapat menekan kemampuan hama dan penyakit dengan cara mengkolonisasi perakaran dan bersaing dalam penyerapan makanan yaitu PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacter).
 
Kelebihan penggunaan agens hayati antara lain bersifat selektif, karena hanya menyerang ke sasaran organisme pengganggu dan tidak akan menyerang organisme yang bermanfaat bagi tanaman, serta tidak ada efek samping. Kelebihan yang paling utama adalah harganya relatif lebih murah karena sudah tersedia di alam dan tidak menimbulkan resistensi terhadap organisme pengganggu tanaman sasaran. Secara terpisah Direktur Perlindungan Hortikultura, Sri Wijayanti Yusuf menyampaikan bahwa Kementerian Pertanian terus membina dan mendukung UPTD Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura serta Laboratorium Pengamatan Hama dan Penyakit / Lab. Agens Hayati untuk mengembangkan produksi agens hayati dan pestisida nabati. “Petugas POPT dan Laboratorium PHP harus lebih pro aktif menyebarluaskan teknologi pengendalian OPT ramah lingkungan ke kelompoktani di wilayah binaannya, sehingga biaya produksi menjadi lebih murah karena tidak perlu membeli pupuk dan pestisida kimia”,ujar Yanti lebih lanjut.
 
 
by; Aneng 

Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

Last Updated ( Monday, 18 November 2019 23:40 )